TIPS PROMOSI DI FACEBOOK

Sampai November 2009 ini pengguna facebook sudah mencapai 350, seperti yang diutarakan oleh Mark Zuckerberg sang penemu facebook dalam blog facebook. Untuk Indonesia saja sampai sudah mencapai 1,3 juta pengguna aktif setiap harinya, tentu saja ini adalah peluang yang sangat besar untuk mempromosikan/memperkenalkan produk anda. Ayoo….tunggu apalagi!!! :D
Untuk bisa sukses promosi di facebook tentu saja Anda harus punya strategi khusus yang harus dilakukan secara konsisten dan serius. Sebenarnya banyak sekali fitur dan aplikasi facebook yang bisa kita manfaatkan untuk kepentingan promosi produk di facebook. Secara garis besar ada 2 cara yaitu promosi produk secara gratis dan iklan berbayar yaitu membuat iklan produk Anda di facebook. Untuk berbayar biasanya akan ditampilkan pada sidebar facebook atau sisi kanan tampilan facebook.
Nah, simak beberapa cara promosi produk di facebook berikut ini:

Buat Akun Facebook Anda; Karena dalam kontek untuk mempromosikan produk usahakan agar facebook anda terlihat profesional, status facebook anda juga harus selalu berhubungan dengan produk Anda. Jika ingin lebih terfokus, buat akun facebook baru yang khusus membahas tentang produk anda.
Undang Teman; Setelah membuat facebook langkah selanjutnya adalah Add/Invite teman, rekan kerja, keluarga, cari kenalan baru, pokoknya sebanyak-banyaknya dehh…:D
Langkah selanjutnya perkenalkan diri anda, jalin komunikasi secara terus menerus, kirim pesan via facebook dan tulis di dinding facebook mereka. Ingat. Jangan melakukan spam, cukup informasikan yang kira-kira bisa berguna buat teman facebook anda.
News Feed Facebook; Jika sebelumnya sudah punya website produk tersebu, Anda bisa menggunakan fasilitas news feed, dengan begitu setiap berita yang kita update/posting baru dari website akan ditampilkan otomatis ke beranda facebook Anda.
Optimasi Profile Facebook; Isi dengan lengkap segala informasi tentang produk anda, buat tautan ke situs/blog, photo produk, video produk dan semua jenis informasi tentang produk sehingga para pengunjung bisa dengan mudah mendafatkan informasi selengkap-lengkapnya.

Buat group facebook; Grup facebook sama fungsinya dengan situs forum online,  dengan semakin banyak anggota maka semakin besar juga produk anda dikenal oleh calon pelanggan Anda.
Buat Pages atau Halaman; Agar terlihar lebih profesional Anda bisa membuat Pages atau Halaman khusus untuk produk tersebut, dengan halaman ini anda bisa merangkul calon pelanggan yang khusus memiliki minat terhadap produk tersebut. Keuntungan lainnya para pelanggan Anda juga bisa berinteraksi dengan pelanggan lainnya atau Anda bisa melihat respon pelanggan terhadap produk yang baru di rilis.
Memasang Banner Produk di Profil Facebook; Untuk memasang banner di facebook sebenarnya tidak terlalu sulit asalkan anda sudah mempersiapkan banner produk tersebut sebelumnya. Selanjutnya kita bisa memanfaatkan aplikasi facebook seperti ini.
Informasi Berharga; Informasikan kepada pelanggan tentang produk anda baik itu info, tips, promosi harga, diskon melalui status facebook. Jika memungkinkan coba membuat catatan/note sehingga informasi itu akan selalu tersimpan dan bisa dibaca secara berulang-ulang oleh pelanggan anda. :)
Btw, jika teman-teman masih punya trik promosi lainnya silahkan share dibagian komentar. :D

Tips Tips Promosi Blog

Jika anda adalah pembuat blogger baru. Saya sarankan anda untuk segera melakukan promosi. Baik promosi online maupun offline. Disini saya akan berikan beberapa tips yang kiranya akan bermanfaat untuk anda.
PROMOSI ONLINE
Untuk promosi online. Saya sarankan anda mengikuti beberapa tips yang biasanya saya pakai saat mempromosikan blog saya. Inilah tips tipsnya…
1. FORUM
Anda bisa mempromosikan blog anda di beberapa forum forum terkemuka di Indonesia . Sekedar mengambil contoh adalah KASKUS. Atau andapun juga bisa mempromosikannya di FORUM kusus blogger seperti KafeBlogger.com. Siapa tahu dari sana anda mendapatkan banyak pengunjung dan teman baru, kan?
2. WEBSITE SOCIAL NETWORK
Anda bisa juga mempromosikan blog anda pada WEBSITE SOCIAL NETWORK seperti Friendster atau Facebook. Sekedar untuk menarik perhatian teman anda. Anda bisa membuat banner blog anda sendiri. Banner blog sebenarnya memiliki banyak fungsi. Salah satunya adalah sebagai media promosi dan tanda pengenal blog anda. Anda bisa membuat banner blog anda dengan mudah dengan bantuan aplikasi desain grafis seperti Adobe PhotoShop.
3. BLOGWALKING
Anda bisa mempromosikan anda dengan cara blogwalking ke blog orang lain. Anda bisa sekedar meninggalkan komentar diikuti alamat blog anda maupun dengan meninggalkan ShoutOut pada widget seperti ShoutMix atau Oggix. Dengan begitu, pemilik blog pasti akan membalas kunjungan anda. Tapi ingat! Jangan melakukan SPAM.
4. E-Mail Teman Kontak Anda
Anda memiliki banyak teman di kontak E-Mail anda? Jika iya. Maka anda memiliki kesempatan emas untuk mendatangkan banyak pengunjung ke blog anda. Anda bisa mengirimkan satu persatu pesan anda kepada teman anda untuk berkunjung ke blog anda. Dan saya ingatkan lagi janganlah melakukan SPAM.
5. Google AddUrl
Anda bisa mengoptimalkan pengunjung blog anda dengan melakukan submit ke beberapa situs directori maupun search engine. Salah satu yang saya recomendasikan adalah Google AddUrl. Anda hanya tinggal pergi ke alamat ini: http://www.google.com/addurl lalu memasukan alamat blog anda dan selesai lah tugas anda. Hanya tunggu proses peng-index-an.
PROMOSI OFFLINE
6. Mulut-Ke-Mulut
Jika anda adalah seseorang yang memiliki banyak teman. Maka saya sarankan anda untuk mempromosikan blog anda ke teman anda dengan cara “Mulut-Ke-Mulut”, yang artinya anda mempromosikannya dengan memberitahu teman anda lewat pembicaraan simple yang biasa anda lakukan di kehidupan sehari hari.
7. SMS
Anda sering mendapatkan SMS gratis? Gunakanlah kesempatan itu untuk mempromosikan blog anda. Anda bisa meng-SMS seluruh teman anda agar mereka mengunjungi blog anda. Mudah bukan cara ini?
8. Brosur
Mungkin cara ini boleh juga dilakukan jika anda merasa ini tidak berlebihan. Anda bisa menyerbarkan brosur ke orang orang ataupun menaruh brosur itu di warnet warnet. Walaupun memerlukan modal yang cukup banyak. Tapi, hasil yang di dapat lumayan, bukan? Apalagi jika anda bergabung dengan Adsense. Mungkin saja banyak yang melakukan klik.
Sekian artikel saya. Semoga untuk anda yang membacanya dapat bermanfaat dalam menaikan pengunjung blognya maupun hanya untuk sekedar mempromosikannya saja. Terima kasih anda telah membaca artikel saya. Saya doakan anda berhasil dalam mempromosikan blog anda.

ORIENTASI PERUSAHAAN KEARAH PASAR

Kita telah mendefinisikan manajemen pemasaran sbg usaha yang sadar untuk mencapai hasil pertukaran yang diinginkan dengan pasar sasaran. Akan tetapi, filosofi apakah yang hendaknya memandu usaha pemasaran pemasaran ? Bagaimana cara memnberikan nilai relatif terhadap kepentingan organisasi, pelangga, dan masyarakat ? Seringkali kerpentingan-kepentingan tsb bertentangan satu sama lain, sehingga kegiatan pemasaran hendaknya dilakukan dibawah filosofi yang telah difikirkan secara matang, pemasaran yang efesien, efektif dan bertanggung jawab sosial. Akan tetapi, ada lima konsep yang bersaing yang dijadikan sbg pedoman oleh organisasi untuk melakukan kegiatan pemasaran, yakni : Konsep Produksi, Konsep Produk, Konsep Penjualan, Konsep Pemasaran dan Konsep Pemasaran Sosial.


1. KONSEP PRODUKSI (konsep tertua)

Berpendapat bahwa konsumen akan menyukai dan membeli produk yang tersedia dimana-mana dengan harga yang murah. Orientasi ini dapat dimaklumi di negara-negara berkembang, dimana konsumen lebih tertarik untuk mendapatkan produk daripada fiturnya. Orientasi ini juga berguna bila sebuah perusahaan ingin memperluas pasar. Upaya perusahaan yang menjalankan konsep ini terpusat pada : effesien produksi (untuk mencapai volume produksi yang tinggi) dan jaringan distribusi yang baik / luas.

Alasan yang melandasi konsep ini :

1. Permintaan akan produk melebihi pemasaran

2. Biaya produksi yang tinggi harus diturunkan melalui peningkatan produktifitas.
Contoh :
Untuk mengembangkan pasar mobil diAmerika pada awal 1900-an, Henry Ford dengan perusahaan mobilnya Texas Instruments menjalankan filosofi “lakukan produksi, potong harganya”. Dia mengerahkan segala upaya untuk membangun volume produksi dan meningkatkan teknologi guna menekan harga dan selanjutnya memperluas ukuran pasar.

2. KONSEP PRODUK
Berpendapat bahwa konsumen akan menyukai produk yang menawarkan ciri paling bermutu, berkinerja atau inovatif. Pra manajer memusatkan perhatian untuk menghasilkan produk yang unggul dan meningkatkan kualitas sepanjang waktu. Mereka mengasumsikan, para pembeli mengagumi produk-produk yang dibuat dengan baik serta dapat menghargai mutu dan kinerja. Akan tetapi, mereka kadang-kadang terperangkap pada kecintaan akan produk mereka dan tidak menyadari apa yang dibutuhkan pasar.
Alasan yang melandasi konsep ini adalah bahwa konsumen akan memilih produk yang istimewa, terbaik meski memilih harga yang lebih mahal.

Contoh : Eksekutif General Motor menyiapkan perancang dan rekayasawan yang akan mmerancang mobil baru. Selanjutnya pabrik akan membuatnya. Bagian keuangan menetapkan harganya dan akhirnya pemasaran dan penjualan akan berusaha menjualnya. Dan bagian ini membutuhkan usaha pemasaran yang lebih keras !!. Belajar dari pengalaman ini, dewasa ini GM menanyakan kepada pelanggan apa yang mereka hargai dari sebuah mobil dan melibatkan orang pemasaran dalam tahap perancangan paling awal.

3. KONSEP PENJUALAN
Konsep penjualan berkeyakinan bahwa para konsumen dan perusahaan bisnis, jika dibiarkan tidak akan secara teratur membeli cukup banyak produk-produk yang ditawarkan. Oleh karenanya harus dilakukan usaha penjualan dan promosi yang aggresif. Alasan yang melandasi konsep ini adalah bahwa konsep ini berasumsi bahwa konsumen umunya menunjukan penolakan pembelian sehingga harus dibujuk untuk membeli. Tujuan mereka adalah menjual apa yang dihasilkan mereka dan bukannya menghjasilkan apa yang diinginkan pasar. Akibatnya, publik sering mengidentifikasikan pemasaran sebagai penjualan dan periklanan dengan cara yang keras. Pemasaran yang didasarkan pada cara penjualan yang keras seperti ini memiliki resiko yang tinggi. Pemasaran mengasumsikan bahwa pelanggan yang dibujuk untuk membeli sebuah produk mungkin akan menyukainya, dan jika mereka tidak menyukainya, mereka akan melupakan kekecewaan mereka. Asumsi seeperti ini tidak dapat dipertahankan. Sebuah kajian menunjukan bahwa pelanggan yang tidak puas bisa menjelek-jelekan produk kepada 10 atau lebih kenalannya, dan tentunya berita buruk lebih cepat penyebarannya.
 
 
 
4 KONSEP PEMASARAN

Konsep pemasaran adalah sebuah filosofi bisnis yang menantang tiga orientasi bisnis didepan. Konsep ini menegaskan bahwa kunci untuk mencapai tujuan berpendapat untuk mencapai tujuan yang ditetapkan perusahaan harus menjadi lebih efektif dibandingkan para pesaing dalam menciptakan, menyerahkan dan mengkomunikasikan nilai pelanggan kepada pasar sasaran yang terpilih. Hal mana diekspresikan dengan beragam cara :

- “ Cintailah Pelanggan, bukan Produk”

- “ Andalah sang Bos” (United Airlines)

- “ Bermitra untuk mendapatkan laba” (Milken and Co)

- “ Temukan keinginan dan penuhilah”

- “ Lakukan dengan cara anda” (Burger King)

- “ Kami menyebutnya teknologi yang memahami anda” (Nokia)



Thedore Levitt menggambarkan perbedaan pemikiran yang kontras antara konsep penjualan dan pemasaran. Menurut Levitt, penjualan berfokus pada kebutuhan penjual, sementara pemasaran berfokus pada kebutuhan pembeli. Penjualan memberi perhatian pada kebutuhan penjual untuk mengubah produknya menjadi uang tunai dan pemasaran mempunyai gagasan untuk memuaskan kebutuhan pelanggan lewat saransarana produk dan keseluruhan kelompok barang yang dihubungkan dengan hal menciptakan, menyerahkan dan akhirnya mengkonsumsi.



Tujuan : mencari / menciptakan keseimbangan antara laba perusahaan, pemuasan, pemuasan keinginan konsumen, dan kepentingan masyarakat luas.

Konsep pemasaran terdiri atas : Pasar sasaran, kebutuhan pelanggan, pemasaran terpadu dan kemampuan menghasilkan laba.
 
 
a. Pasar sasaran

Perusahaan –perusahaan akan berhasil secara gemilang bila mereka secara cermat memilih pasar sasarannya dan mempersiapkan program-program pemasaran yang dirancang khusus untuk pasar tsb.

Contoh : Estee Lauder Cosmetic, pada kurun waktu 1991 – 1992 mengeluarkan produk khusus untuk kulit hitam (Keturunan Afrika) dan produk ‘All Skin’ yang menawarkan 115 macam dasar bedak, hasilnya mampu meningkatkan penjualan sebesar 45%.

b. Kebutuhan Pelanggan
Memahami kebutuhan dan keinginan tidak slalu sederhana. Beberapa pelanggan memiliki kebutuhan yang tidak sepenuhnya mereka sadari atau mereka tidak dapat mengungkapkan dengan kata-kata kebutuhannya itu. Atau mereka menggunakan kata-kata yang perlu penafsiran. Pemasar harus menggali lebih lanjut . Kita dapat membedakan lima jenis kebutuhan :

b.1 Kebutuhan yang dinyatakan, seperti : Pelanggan membutuhkan mobil yang tidak mahal

b.2 Kebutuhan riil seperti :Pelanggan menginginkan mobil yang biaya operasionalnya rendah.

b.3 Kebutuhan yang tidak dinyatakan, seperti : Pelanggan mengharapkan pelayanan yang baik.

b.4 Kebutuhan Kesenangan, seperti : Pelanggan akan senang dengan dealer yang memberi hadiah sebuah peta jalanan.

b.5 Kebutuhan rahasia, seperti : Pelanggan ingin terlihat sng konsumen yang cerdas dihadapan kawan-kawannya.


Sebuah garis kebutuhan yang jelas harus ditarik antara pemasaran yang tanggap, pemasaran yang antisipatif, dan pemasaran yang kreatif. Seorang pemasar yang tanggap menemukan sebuah kebutuhan yang dinyatakan dan memenuhinya. Seorang pemasar yang antisipatif memandang kedepan tentang keutuhan apa yang mungkin akan dirasakan oleh pelanggan dalam waktu yang dekat. Seorang pemas yang kreatif menemukan dan memproduksi solusi yang tidak diminta pelanggan tatepi yang ditanggapi secara bersemangat oleh pelanggan.

Contoh : Pemasar yang kreatif adalah Sony, karena telah memperkenalkan banyak produk baru yang berhasil yang tidak pernah diminta atau bahkan yang dianggap tidak mungkin oleh pelanggan : Walkman, VCR, Kamera, video, CD, dll. Sony adalah perusahaan yang mendorong pasar, bukan sekedar didorong oleh pasar. Akoi Morita, pendirinya menyatakan bahwa dia tidak melayani pasar : dia menciptakan pasar.

c. Pemasaran Terpadu

Bila semua departemen disuatu perusahaan bekerja sama untuk melayani kepentingan pelanggan, hasilnya adalah pemasaran terpadu. Untuk mendorong kerja tim diantara semua departemen, perusahaan melaksanakan pemasaran inrernal dan juga pemasaran eksternal. Pemasaran eksternal adalah pemasaran yang diarahkan keorang-orang diluar perusahaan. Pemasaran internal adalah tugas mempekerjakan, melatih dan memotivasi karyawan yang mampu dan ingin melayani pelanggan dengan baik. Pemasaran internal harus mendahului pemasaran eksternal.

d. Kemampuan menghasilkan Laba

Tujuan terakhir dari konsep pemasaran adalah membantu organisasi menmcapai tujuan mereka. Untuk perusahaan swasta, tujuan utama adalah kemampuan menghasilkan laba. Untuk organisasi publik atau nirlaba, tujuan utama adalah bertahan hidup dan menarik cukup dana guna menjalankan aktifitas yang bermanfaat bagi masyarakat. Perusahaan swasta seharusnya tidak bertujuan untuk meraup laba saja, melainkan mendapatkan laba sebagai akibat dari penciptaan nilai pelanggan yang unggul yang memenuhi kebutuhan pelanggan lebih baik dibandingkan pesaingnya.

Perusahaan yang menerapkan konsep pemasaran berfokus pada pelanggan dan diorganisasikan untuk menanggapi secara efektif kebutuhan mereka yang selalu berubah. Mereka memiliki departemen pemasaran yang dilengkapi dengan staf yang baik, ramah dan semua departemen yang lain : Manufakturing, R & D, Personalia, Pembelian, juga menerima konsep bahwa pelanggan adalah Raja.

Contoh : Procter & Gambler, Disney, Wal-Mart, Miliken and Co, Marriot Hotel, McDonald’s, Sony, Toyota, Canon, Club Med, Electrolux, Nokia, Lego, dll.


5. KONSEP PEMASARAN MASYARAKAT



Konsep pemasaran Masyarakat menegaskan bahwa tugas organisasi adalah menentukan kebutuhan, keinginan dan minat dari pasar sasaran dan memberikan kepuasan yang diinginkan secara lebih efektif dan efesien dibandingkan pesaing dengan tetap memelihara atau meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan konsumen.



Konsep pemasaran masyarakat menuntut pemasar untuk memasukan pertimbangan-pertimbangan sosial dan etis kepraktek-praktek pemasaran mereka sehingga bentuk konsep pemasaran ini disebut juga sebagi pemasaran pedulii masyarakat. Priangle dan Thompson mendefinisikan konsep itu sebagai ‘Aktifitas yang bisa digunakan untuk sebuah perusahaan yang menjual citra, produk dan jasa kepasar, guna membangun hubungan atau kemitraan yang berdasarkan satu kepedulian atau sejumlah kepedulian demi mendapatkan manfaat timbal balik’. Pemasaran peduli masyarakat dianggap sebagai peluang bagi perusahaan untuk meningkatkan reputasi, menaikan pengenalan merek, meningkatkan kesetiaan pelanggan, membangun penjualan dan menaikan liputan pers.

Konsep ini cukup baik bahkan terkesan sangat ideal, namun juga perlu dikelola dan dikendalikan secara baik.

Contoh organisasi : Ben & Jerry’s (produsen es krim) dan The Body Shop (Kosmetik, parfum & perawatan tubuh).



Perkembangan jangka panjang peran pemasaran diPerusahaan :

1. Pemasaran sebagai fungsi persamaan : fungsi pemasaran setara dengan fungsi dari Departemen lain.

2. Pemasaran sebagai fungsi yang penting : Pemasaran memiliki fungsi / peranan yang lebih besar dari fungsi lain.

3. Pemasaran sebagai fungsi utama : Pemasaran dianggap sbg ujung tombak keberhasilan Perusahaan.

4. Pelanggan sebagai fungsi pengendali

5. Pelanggan sebagai fungsi pengendali dan pemasaran sebagai fungsi pengintegrasi.

TEORI PEMASARAN

Pemasaran adalah aliran produk secara fisis dan ekonomik dari produsen melalui pedagang perantara ke konsumen. Definisi lain menyatakan bahwa pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial yang membuat individu/kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan dan mempertukarkan produk yang bernilai kepada pihak lain. Pemasaran melibatkan banyak kegiatan yang berbeda yang menambah nilai produk pada saat produk bergerak melalui sistem tersebut.

Kegiatan-kegiatan dalam usaha pemasaran tidak hanya kegiatan memindahkan barang /jasa dari tangan produsen ke tangan konsumen saja dengan sistem penjualan, tetapi banyak kegiatan lain yang juga dijalankan dalam kegiatan pemasaran. Penjualan hanyalah salah satu dari berbagai fungsi pemasaran. Apabila pemasar melakukan pekerjaan dengan baik untuk mengidentifikasi kebutuhan konsumen, mengembangkan produk dan menetapkan harga yang tepat, mendistribusikan dan mempromosikannya secara efektif, maka akan sangat mudah menjual barang-barang tersebut.

Konsep-konsep inti pemasaran dapat ditunjukkan dalam gambar berikut ini :




Gambar 5.1. Konsep-konsep Inti Pemasaran


Konsep paling pokok yang melandasi pemasaran adalah kebutuhan manusia. Dengan adanya perkembangan jaman, kebutuhan berkembang menjadi suatu keinginan mengkonsumsi suatu produk dengan ciri khas tertentu. Munculnya keinginan akan menciptakan permintaan spesifik terhadap suatu jenis produk. Seseorang dalam menentukan keputusan pembelian akan mempertimbangkan nilai dan kepuasan yang akan didapat dari mengkonsumsi suatu produk. Apabila konsumen yakin akan nilai dan kepuasan yang akan didapat, maka konsumen akan melalukan pertukaran dan transaksi juall beli barang dan jasa. Hal inilah yang mendasari terjadinya pasar.



Tujuan sistem pemasaran :

Secara umum, tujuan sistem pemasaran adalah sebagai berikut :

Ø Memaksimumkan konsumsi

Ø Memaksimumkan utilitas (kepuasan) konsumsi

Ø Memaksimumkan pilihan

Ø Memaksimumkan mutu hidup

Kualitas, kuantitas, ketersediaan, harga, lingkungan



Efisiensi Pemasaran :

Yang dimaksud dengan efisiensi pemasaran adalah seberapa besar pengorbanan yang harus dikeluarkan dalam kegiatan pemasaran menunjang hasil yang bisa didapatkan dari kegiatan pemasaran tersebut. Efisiensi pemasaran dapat dicari dengan menghitung rasio “keluaran-masukan” dalam kegiatan pemasaran yang dilakukan. Semakin tinggi nilai rasio keluaran-masukan, maka pemasaran yang dilakukan semakin efisien. Umumnya efisiensi dapat dicapai dengan salah satu di antara empat cara berikut :

Ø Keluaran tetap konstan, masukan mengecil

Ø Keluaran meningkat, masukan konstan

Ø Keluaran meningkat dalam kadar yang lebih tinggi dari peningkatan masukan

Ø Keluaran menurun dalam kadar yang lebih rendah dari penurunan masukan



FUNGSI PEMASARAN :

1. Fungsi pertukaran

Produk harus dijual dan dibeli sekurang-kurangnya sekali selama proses pemasaran

Misal :

Ø Produsen – Konsumen

Ø Produsen – Tengkulak

Ø Tengkulak – Pedagang Besar

Ø Tengkulak – Pengecer

Didalam proses jual beli terbentuklah harga. Harga terbentuk dari bertemunya antara penawaran dengan permintaan dalam pasar persaingan. Pihak yang terlibat bisa banyak, yaitu produsen, tengkulak, pedagang besar, agen/distributor, pedagang antar kota, pedagang pengecer, konsumen, dan sebagianya. Pihak-pihak tersebut ada yang mempunyai hak milik, ada yang tidak tetapi masing-masing mendapat imbalan sesuai dengan jasanya. Kebanyakan produk Agribisnis dijual/dibeli beberapa kali selama proses pemasaran tergantung panjang pendeknya saluran pemasaran.



2. Fungsi Fisis

Yang termasuk dalam kegiatan-kegiatan fungsi fisis yaitu pengangkutan, penggudangan, dan pemrosesan produk.

Mengingat sifat produk pertanian yang musiman, mudah rusak dan tidak tahan lama, membuat fungsi fisis sangat perlu diperhatikan. Mudah rusaknya komoditi pertanian membuat perlua adanya penanganan khusus pada saat pendistribusian dan pengangkutan, seperti pengemasan yang tepat untuk setiap jenis produk, pengiriman dengan sarana transportasi dengan lemari pendingin, dan sebagainya.

Beberapa komoditi pertanian yang bersifat musiman, tidak mungkin memenuhi permintaan pasar setiap saat dalam bentuk segar. Sehingga pada saat tidak musimnya, konsumen tidak dapat mendapatkannya. Tetapi dalam bentuk olahan, memungkinkan produsen dan pemasar memenuhi permintaan sepanjang tahun. Untuk itulah diperlukan fungsi fisis berupa pemrosesan produk. Adanya kegiatan pemrosesan, berarti juga sangat terkait dengan kebutuhan penyimpanan dan penggudangan untuk mengatur stok.



3. Fungsi penyediaan sarana

Ø Informasi pasar

sumber/produsen, harga pada beberapa pasar, mutu, tarif angkutan, dsb

Ø Standarisasi mutu

Standarisasi komoditi pertanian dalam bentuk segar lebih sulit distandarisasi dari pada produk dalam bentuk olahan

Ø Pembiayaan

Lembaga keuangan negara & swasta, kebijakan pemerintah (kredit ringan, bantuan modal), dsb

Ø Penanggungan resiko

Resiko Fisis : angin, kebakaran, banjir, pencurian, kerusakan.

Resiko Pasar :tidak laku, harga jatuh, persaingan ketat

Untuk mengurangi resiko, usaha yang bisa dilakukan antara lain adalah :

Ø Resiko fisis

Misal : asuransi, pengemasan, transportasi dg pendingin, pemasangan tanda bahaya, dsb

Ø Resiko pasar

Misal : diversifikasi usaha, kontrak di muka, dsb



Biaya Pemasaran :

Biaya pemasaran menunjukkan bagian dari pembayaran konsumen yang diperlukan untuk menutup biaya yang dikeluarkan dalam proses pemasaran. Yang termasuk biaya pemasaran produk-produk pertanian antara lain adalah :

Ø Biaya transportasi

Ø Biaya pengemasan

Ø Biaya penyimpanan/ penggudangan

Ø Biaya pemesanan

Ø Biaya merek dagang

Ø Pajak

Ø Biaya resiko kerusakan

Ø dsb


Saluran Pemasaran :

Yang dimaksud dengan saluran pemasaran adalah jejak perpindahan barang dari produsen ke konsumen akhir.

Contoh : saluran pemasaran komoditi Jeruk adalah :

Petani à Tengkulak à Pedagang Pengumpul à Pedagang Pengecer à Konsumen


Semakin panjang saluran pemasaran, biaya pemasaran akan semakin besar karena semakin banyak pelaku-pelaku yang ikut serta dalam kegiatan pemasaran. Yang menyebabkan biaya pemasaran semakin besar, tidak hanya dari semakin banyaknya biaya transportasi saja karena perpindahan produk berkali-kali tetapi juga karena setiap pelaku pasar mengambil keuntungan.

Margin Pemasaran :

Marjin pemasaran didefinisikan sebagai selisih harga di tingkat produsen dengan di tingkat konsumen. Marjin pemasaran berbeda dengan biaya pemasaran meskipin ada kemungkinan besarnya marjin pemasaran sama dengan biaya pemasaran. Terkadang marjin pemasaran lebih kecil dari pada biaya pemasaran karena ada pelaku pasar yang menanggung kerugian.

Seni Delegasi

Seorang manajer terlihat pusing dengan setumpuk pekerjaan yang berserakan di atas mejanya. Suatu pemandangan yang sudah umum terlihat. Tetapi, sadarkah Anda bahwa dari setumpuk pekerjaan tersebut belum tentu semuanya harus Anda kerjakan sendiri? Memang sulit untuk menentukan, apakah semua pekerjaan tersebut harus Anda kerjakan sendiri atau tidak. Mungkin Anda tidak punya otoritas untuk menentukannya, atau mungkin juga Anda merasa tidak yakin akan hasilnya, jika diserahkan/didelegasikan pada orang lain.
Seiring ketika langkah Anda menaiki tangga perusahaan, Anda akan semakin sering mengandalkan keahlian untuk mendelegasikan tugas-tugas, supaya bisa menjadi manajer yang lebih efektif dan efisien. Delegasi yang sukses bisa menciptakan hasil pekerjaan yang lebih baik bagi Anda, maupun sesama rekan kerja. Semua orang akan menjadi semakin produktif.
Berikut ada beberapa tips yang bisa digunakan supaya pengalihan pekerjaan bisa berjalan mulus.
Bersedialah Untuk Mendelegasikan
Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah rela dan mau untuk mendelegasikan pekerjaan tersebut. Banyak orang terperangkap pada pemikiran dan sifat ”perfeksionis” bahwa mereka adalah yang terbaik dan tercepat dalam melakukan semua pekerjaan, dibandingkan dengan orang lain (yang sebenarnya ada dan ”disediakan” untuk membantu Anda).
Memang ada pekerjaan yang sebaiknya Anda lakukan sendiri. Tetapi menimbun pekerjaan untuk diri sendiri tidak akan menguntungkan siapa pun, termasuk diri sendiri dalam jangka panjang. Setiap orang mempunyai batas/limit, tetapi pekerjaan terus mengalir tak kenal waktu dan batas.
Dalam struktur organisasi tradisional top-down, pekerjaan yang paling cocok untuk didelegasikan adalah pekerjaan yang membutuhkan paling sedikit keahlian. Ini berarti, bila Anda tetap keras kepala mengerjakannya, Anda akan kehilangan fokus pada semua pekerjaan utama yang justru harus Anda kerjakan sendiri. Anda juga akan menghilangkan peluang bagi para karyawan di bawah Anda untuk bisa mengerjakan suatu tantangan/pekerjaan baru. Anda bisa jadi mengurangi juga produktivitas dari tim. Kesuksesan kerjasama tim, tergantung dari saling membantu di kala stres dan pekerjaan menumpuk.
Tujuan mendelegasikan pekerjaan bukan hanya untuk mengurangi pekerjaan sendiri, melainkan juga supaya bisa mengembangkan kemampuan orang lain, meningkatkan produktivitas tim dan sudah tentu untuk menghemat banyak waktu.
Miliki Tujuan yang Jelas
Begitu Anda memutuskan pekerjaan apa saja yang hendak didelegasikan, buatlah gambaran yang jelas tentang bagaimana hasil yang ideal akan pekerjaan tersebut menurut Anda. Jika pekerjaannya kompleks, pikirkan juga cara yang paling efisien untuk menyelesaikannya, dan siap untuk memberikan tips-tips tersebut kepada orang yang didelegasikan. Anda tidak akan bisa memberikan instruksi/mendelegasikan pekerjaan, jika Anda sendiri tidak jelas tentang hasil apa yang Anda inginkan.
Pilih Orang yang Tepat
Langkah selanjutnya adalah memilih orang yang tepat. Ingatlah, orang yang terbaik belum tentu adalah orang yang tepat untuk suatu pekerjaan tertentu. Setiap orang punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Istilah ”terbaik” sangatlah relatif. Pastikan Anda memilih orang yang tepat, bukan yang terbaik.
Tugas atau pekerjaan yang didelegasikan haruslah sesuai dengan kapasitas dan kemampuan orang yang didelegasikan, serta tidak terlalu membebani atau menyebabkan stres. Pada saat yang sama, pertimbangkan peluang-peluang yang ada, siapa tahu ada staf Anda yang bisa ditingkatkan kemampuannya dan belajar hal-hal baru.
Kita juga harus mempunyai keahlian membaca karakter dan keahlian orang lain, supaya bisa menemukan orang yang tepat dalam mendelegasikan pekerjaan. Ingat, untuk mempertimbangkan juga beban pekerjaan yang dimiliki orang yang didelegasikan tersebut. Bila Anda menyerahkan pekerjaan pada orang selevel/satu tingkat dengan Anda, tawarkanlah juga bantuan padanya jika pekerjaannya sedang menumpuk.
Berikan Instruksi yang Jelas
Langkah ini adalah salah satu yang menjadi kunci sukses, atau tidaknya pekerjaan yang didelegasikan. Cara Anda mengkomunikasikan pekerjaan akan sangat menentukan proses dan hasilnya nanti. Tergantung dari tingkat kesulitan dan orang yang didelegasikan, Anda mungkin perlu menuliskan instruksi pekerjaannya, selain mengkomunikasikannya secara verbal.
Walaupun terkadang komunikasi verbal saja sudah cukup, tetapi jika Anda membuat catatan/record, Anda akan menciptakan komunikasi yang lebih lancar dan mudah. Kuncinya adalah memastikan agar orang yang didelegasikan mengerti, dan paham benar apa keinginan dan harapan Anda untuk pekerjaan tersebut.
Sampaikan dengan spesifik, dan pastikan segala batasan tentang tanggungjawab dan otoritas yang diberikan dalam mengerjakan tugas, sudah dimengerti sepenuhnya. Misalnya, siapa tahu dia perlu mendelegasikan lagi tugas tersebut pada orang lain. Apakah dia mempunyai otoritas untuk itu? Berikan kebebasan/kelonggaran mengenai cara dan pengaturan waktu dalam mengerjakan pekerjaan tersebut. Ini akan memberikan mereka peluang untuk berkembang. Bisa jadi mereka malah menemukan cara yang lebih efisien dalam mengerjakan pekerjaan tersebut ketimbang Anda. Selanjutnya, pastikan bahwa deadline yang diberikan sudah realistis. Kirimkan email untuk follow-up, jika diperlukan.
Berikan Support
Bila pekerjaan sedang dalam proses, usahakan untuk membuat diri Anda mudah untuk dihubungi, tak peduli seberapa sibuknya Anda. Siapa tahu ada informasi penting yang lupa Anda sampaikan, dan orang yang didelegasikan merasa perlu untuk menanyakannya.
Feedback dan Persiapan
Setelah pekerjaan sudah selesai, sediakan waktu untuk memberikan feedback, apapun hasil pekerjaannya. Jangan lupa pula menyediakan waktu untuk persiapan delegasi tugas berikutnya, jika ada. Jika hasilnya kurang atau tidak memuaskan, maka berikan feedback bagaimana seharusnya supaya pekerjaan tersebut bisa lebih baik – jangan lupa pula untuk me-review diri sendiri, apakah Anda ada melewatkan sesuatu, seperti salah memberikan instruksi misalnya.
Jika pekerjaan perlu direvisi, lebih baik memanggil kembali orang yang sama untuk memperbaikinya. Terlebih, jika Anda berada pada posisi yang lebih senior, maka sudah jelas Anda tidak perlu memperbaiki kesalahan orang lain.
Terakhir, jangan lupa berterima kasih pada orang yang sudah membantu Anda.
Tidak pernah ada kata terlambat untuk mengasah keahlian delegasi Anda. Bahkan, jika Anda adalah seorang junior/staf, Anda bisa menemukan cara untuk mengembangkan keahlian, dengan cara mencari bantuan dari sesama rekan kerja. Mulailah dengan mendelegasikan pekerjaan yang sederhana terlebih dahulu, lalu perlahan berlatih untuk mendelegasikan pekerjaan-pekerjaan yang lebih kompleks.

Berkomunikasi Bukan Berbicara

Pernahkah Anda membayangkan seperti apa jika ada dua orang yang berbeda karakter dan menerapkan teknik komunikasi yang berbeda, berorasi di depan banyak audiens tentang teman mereka yang sudah meninggal di acara pemakamannya?
Si orang pertama berpidato tentang bagaimana saluran darah di kepala temannya tersebut mulai tersumbat, lalu menyebabkan ini, lalu menyebabkan itu, hingga menyebabkan pecahnya pembuluh darah di kepala temannya. Lalu ia menyambungnya dengan menjelaskan beberapa istilah medis, tips dan saran-saran kesehatan bagi audiens yang hadir di acara pemakaman tersebut. Si orang pertama mengira dengan membagikan ilmunya kepada seluruh audiens yang hadir, ia mungkin bisa menyelamatkan banyak nyawa.
Di lain pihak, si orang kedua menceritakan bagaimana temannya itu hanya berhasil mencetak dua angka dalam suatu pertandingan bola basket yang tak terlupakan sewaktu SMU dulu. “Saya ingat waktu itu kita sering memanggilnya si gagang es krim karena dia begitu kurus. Pada saat detik-detik terakhir pertandingan, sebuah bola umpan tiba-tiba hinggap di tangannya. Tetapi sayang ia lalu tersandung tali sepatunya sendiri dan terjatuh.”
“Walaupun demikian, sebelum terjatuh, ia masih sempat menyelamatkan bola tersebut ke temannya yang akhirnya berhasil mengegolkan bolanya. Sesaat kemudian, kepalanya lalu membentur satu benda keras di lapangan. Sepanjang hidupnya, temanku si gagang es krim memang selalu berbakat dalam menciptakan sesuatu yang dramatis. Perbuatannya selalu melebihi penampilannya. Dia memang pahlawanku.”
Kedua orang tersebut sama-sama membicarakan hal yang sama, yaitu teman mereka yang sudah meninggal. Ketika si orang pertama selesai berbicara panjang, penonton tidak memberikan ekspresi apapun. Tetapi, ketika si orang kedua selesai berbicara dengan singkat, terlihat ada beberapa penonton yang meneteskan air matanya dengan ekspresi wajah terharu, senang, dan sedih bercampur aduk. Si orang kedua rupanya lebih sukses menyentuh emosi para audiensnya.
Tak peduli di mana pun Anda berbicara—di depan umum, di acara pemakaman sampai presentasi produk di sebuah perusahaan—Anda sedang menjual diri Anda sendiri dengan berkomunikasi. Supaya bisa menjual, Anda harus “berkomunikasi” dan bukan hanya “berbicara”. Ikutilah tips-tips berikut supaya pesan yang Anda sampaikan bisa diserap dengan baik oleh audiens.
Apa yang Hendak Disampaikan
Pilihlah kata-kata yang hendak digunakan. Lima menit pertama dan lima menit terakhir adalah bagian terpenting. Anda harus membuka, menjelaskan, dan menyimpulkan. Supaya pesan Anda bisa diserap maksimal, maka buatlah kata-kata yang digunakan seminim mungkin.
Sederhanakan
Salah satu kesalahan fatal yang bisa Anda buat adalah meremehkan kepintaran audiens. Risikonya adalah kehilangan perhatian dalam sekejap. Anda tidak bisa menganggap audiens terlalu bodoh, tetapi jangan juga menganggap bahwa audiens sudah tahu atau mengerti benar akan apa yang hendak disampaikan. Sederhanakan, tetapi rincilah poin-poin penting yang akan Anda sampaikan, bahkan jika Anda menyampaikan sesuatu yang sebenarnya sudah dipahami audiens.
Hilangkan kata-kata yang tak perlu. Apa saja yang bisa dianggap tidak perlu? Apa pun yang menyimpang dari topik utama presentasi Anda dan malah bisa membingungkan atau mengundang kontroversi dari audiens. Terkadang hal yang paling sulit adalah menghilangkan kata-kata yang Anda sukai, tetapi sebenarnya tak berhubungan dengan tema utama. Jika tidak ada hubungannya dengan topik, maka lebih baik dihilangkan saja.
Berikan Penekanan
Jangan berharap apa yang Anda sampaikan bisa semuanya diserap oleh audiens. Beberapa hal, bahkan banyak hal, akan lewat begitu saja. Walaupun demikian, mereka pasti bisa mengingat apa tema atau topik utama yang hendak Anda sampaikan, jika Anda memberikan penekanan yang cukup dan tak berlebihan pada presentasi yang disampaikan. Cara terbaik melakukannya adalah dengan menyampaikan tema/topik utama tersebut dengan penekanan, pengulangan, atau disertai contoh-contoh.
Ketika Martin Luther King berbicara di depan Lincoln Memorial, ia mengulang-ulang satu kalimat, “I have a dream”. Bahkan, walaupun Anda tidak ingat lagi apa saja yang ia katakan waktu itu, Anda tetap bisa mengingat jelas tema uniknya, “I have a dream”. Perbedaan dari orang pertama dan orang kedua pada pidato di acara pemakaman di awal tadi sangatlah jelas, yaitu si orang kedua berhasil menekankan tema unik pidatonya, “Temanku si Gagang Es Krim”.
Tunjukkan, Jangan Cuma Ngomong
Kebanyakan dari kita bosan jika “diberitahu”, tetapi lebih tertarik jika “ditunjukkan atau diceritakan”. Perhatikan bahwa memberitahukan dengan detail itu berbeda dengan menceritakan dengan detail. Itulah sebabnya mengapa cerita lebih mudah diingat dan lebih tahan lama dalam ingatan kita.
Selain menceritakan, Anda juga bisa menggunakan bahasa tubuh dan demonstrasi bila perlu, agar bisa lebih efektif dalam menyampaikan pesan. Contoh, Anda hendak menyampaikan, “Awal tahun ini, penjualan kita menurun sepertiganya.” Dengan disertai gerakan tiga jari yang bergerak turun akan bisa membantu audiens untuk lebih mengingatnya.
Libatkan Audiens
Seringkali bukan “apa” yang disampaikan, tetapi lebih pada “bagaimana” Anda menyampaikannya. Libatkanlah audiens Anda. Buat mereka tertarik dengan “menarik” mereka lebih dekat pada topik utama, contohnya dengan lebih sering menggunakan kata “kita” daripada kata “saya”.
Sesekali ajukan pertanyaan kepada audiens. Walaupun tidak ada yang menjawab, mereka pasti menjawabnya dalam hati dan merasa terlibat dalam presentasi Anda. Mereka bisa turut berpikir, turut mempertimbangkan, bahkan turut merasa dihormati, jika Anda sesekali melihat langsung ke mata mereka. Maka, sebelum memulai presentasi, pastikan Anda mengenal siapa audiens Anda.
Pada contoh di awal artikel ini, si orang pertama mungkin akan bisa lebih menarik perhatian audiens, jika yang hadir adalah kebanyakan dari kalangan akademis atau kedokteran. Tetapi, yang hadir di situ adalah orang-orang yang sedang bersedih atas kematian teman mereka dan berasal dari latar belakang dan profesi yang berbeda-beda. Si orang kedua lebih berhasil menyedot perhatian karena tema yang ia sampaikan lebih bersifat “universal” dan cocok mengena di kalangan audiens yang hadir.
Latihan, Latihan, dan Latihan
Sebenarnya satu hal terburuk yang harus Anda hindari dalam berbicara adalah kegugupan. Rasa gugup merusak segalanya. Satu-satunya cara mengatasi kegugupan adalah dengan latihan, latihan, dan latihan. Anda bisa mencoba apa pun, termasuk mengatur nafas, mengepalkan tangan, minum, sampai menutupi kaki Anda yang gemetar, tetapi itu semua tidak akan banyak menolong. Latihan yang berulang-ulanglah yang bisa menghilangkan kegugupan.
Latihan membuat Anda mampu menghilangkan jeda-jeda yang tak diinginkan dalam berbicara, mengatur intonasi suara saat berbicara (kadang Anda harus berbicara keras, kadang Anda harus berbicara lembut, kadang cepat, kadang lambat). Kombinasi dari semua itu bisa membuat pidato Anda sangat menarik. Semua itu hanya bisa didapat dari “latihan”.

PENGERTIAN STRATEGI PEMASARAN


Jika kita menengok literatur asing, makna yang terkandung pada konsep strategi pemasaran adalah sepadan maknanya dengan konsep marketing strategy dalam bahasa Inggris. Kebanyakan para penulis memaknai konsep tersebut dengan pernyataan yang agak meluas. Chang and Campo (1980) melihat marketing strategy sebagai suatu isu sentral dan krusial dalam fungsi pemasaran. Guiltiman dan Paul (1985) melihat strategi pemasaran sebagai "a broad means of achieving given aims." Kotler (1976) mengartikan strategi pemasaran sebagai "the grand design to achieve an objective." McCarthy dkk. (1998,p.41) mendefinisikan marketing strategy sebagai "the specification of target market and related marketing mix." Rao dan Steckel (1995, p.3) menemukan bahwa kebanyakan para menejer mendefinisikan strategi pemasaran sebagai "…the way you go about accomplishing your objectives." Dan terakhir pengertian yang lebih spesipik disampaikan oleh Zikmund dan D’Amico (1989, p.669) yang menyatakan bahwa:

Marketing strategy includes the identification and evaluation of opportunities, analysis of market segments, selection of a target market or of target markets, and planning an appropriate marketing mix.

Dari beberapa pengertian strategi pemasaran yang dikemukakan oleh para penulis di atas, didapat gambaran bahwa strategi pemasaran pada hakikatnya merupakan serangkaian upaya yang ditempuh dalam rangka mencapai tujuan tertentu. Untuk kepentingan kita dalam merancang strategi pemasaran, kita akan berpijak pada pengertian strategi pemasaran yang disampaikan oleh William Zikmund dan Michael D’Amico.

MENGEMBANGKAN STRATEGI PEMASARAN
Menurut McCarthy ddk (1998) setiap langkah yang dilakukan dalam mempormulasikan strtegi pemasaran harus diorientasikan pada upaya untuk mencapai kepuasan pelanggan. Kepuasan pelanggan merupakan kunci utama dari konsep pemasaran dan strategi pemasaran. Ini berarti bahwa proses yang ditempuh oleh setiap pihak boleh jadi bermacam-macam sesuai dengan kesanggupan dan karakteristik masing-masing tetapi tujuan akhirnya tetap akan bermuara pada tercapainya kepuasan konsumen atau consumer satisfaction.

Boone and Kurt (1987) berargumentasi bahwa pengembangan a profitable marketing strategy dimulai dari the identification of attractive opportunities (mengidentifikasi peluang), kemudian defines the target market (tentukan pasar sasaran) dimana perusahaan akan mencurahkan seluruh aktivitas pemasarannya secara langsung. Pernytaan yang hampir sama, juga, dikemukakan oleh Zikmund dan D’Amico (1989) yang menegaskan bahwa terdapat tiga langkah utama di dalam pengembangan strategi pemasaran, yaitu:

identifying and evaluating opportunities (mengidentifikasi dan menilai peluang).
analysing market segments and selecting target markets (menganalisis segmen-segmen pasar dan memilih pasar sasaran)
planning a marketing mix strategy that will satisfy customer’s needs and meet the objectives and goals of the organisation (merencanakan strategi bauran pemasaran yang akan memuaskan kebutuhan-kebutuhan pelanggan dan sesuai dengan tujuan organisasi.


Cravens (1994) berkomentar bahwa dalam langkah kedua, disamping menganalisis segmen pasar dan memilih pasar sasaran, adalah sangat penting bagi perusahaan untuk menentukan positioning strategy (strategi penempatan pasar). Maksudnya, dalam langkah kedua tersebut pihak perusahaan harus menentukan posisi produknya di pasaran; bagaimana produk dan atau merk yang ia ciptakan akan dipersepsikan dan diposisikan oleh para konsumen. Penjelasan lebih lanjut tentang hal ini akan kita bahas pada diskusi kita berikutnya.

Entri Populer

powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes | Converted by BloggerTheme